Verifikasi CPCL Bawang Putih di Passi Timur Bolmong
Passi Timur,Perwakilan Direktur Jenderal Hortikultura selaku Penanggung Jawab (PJ) Bawang Putih Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan kegiatan Verifikasi Lanjutan dan Persiapan Lokasi penanaman bawang putih di Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), pada Kamis (27/8).
Kegiatan ini dihadiri oleh tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulut, CWS, Dinas Pertanian Kabupaten Bolmong, para penyuluh pertanian, serta calon petani yang berjumlah 16 orang.
Sebanyak 8 Kelompok Tani (Poktan) menjadi sasaran program ini dengan calon luas lahan yang direncanakan mencapai 10 hektare. Verifikasi ini dilakukan untuk memastikan kelayakan calon petani dan calon lahan sebelum penanaman benar-benar dilaksanakan.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi teknis serta sesi diskusi interaktif bersama para calon petani. Dalam sesi ini, peserta dibekali informasi terkait syarat, tata cara, serta harapan program agar pelaksanaan di lapangan berjalan tepat sasaran.
Penanaman bawang putih secara fisik direncanakan akan dilaksanakan pada bulan November tahun ini. Jadwal penanaman ini disesuaikan dengan pola musim serta syarat agronomis komoditas bawang putih di wilayah tersebut.
Sementara itu, berbagai sarana dan prasarana pendukung serta persiapan teknis terus dipersiapkan secara bertahap. Hal ini mencakup penyediaan sarana produksi, pengolahan lahan, hingga penyusunan jadwal pendampingan petani.
Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Bawang Putih juga akan diselenggarakan sebagai bagian dari persiapan tersebut. Pelatihan ini bertujuan membekali petani dengan keterampilan teknis agar bawang putih dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang melimpah.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan langsung ke calon lokasi lahan penanaman. Tim melakukan pemeriksaan kondisi fisik lahan, aksesibilitas, serta sumber air yang tersedia guna memastikan kelayakan teknis penanaman bawang putih.
Seluruh langkah verifikasi dan persiapan ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya program Swasembada Bawang Putih Berkelanjutan di Sulut. Keterlibatan petani yang kuat dan persiapan matang menjadi kunci keberhasilan program strategis nasional ini.